Showing posts with label Company. Show all posts
Showing posts with label Company. Show all posts

Sejarah Pendiri Perusahaan Pesawat Boeing

http://images.dailytech.com/nimage/boeing787.jpg

William Edward Boeing lahir di kota Detroit, Amerika Serikat tanggal 1 Oktober 1881. Dia adalah pendiri perusahaan pesawat Boeing. Ketika masih kecil Boeing sangat menyukai permainan layang-layang. Boeing pernah kuliah di Yale University, akan tetapi tidak diselesaikan karena kekurangan biaya. 

http://www.allstar.fiu.edu/aero/images/boeing.gifAkhirnya Boeing dan ayahnya pindah ke Grays Harbour untuk menjadi penebang kayu di hutan. Selama lima tahun Boeing tidak pernah mengikuti informasi, bahkan ketika Wright bersaudara menemukan pesawat terbang Boeing juga tidak tahu. Setelah itu Boeing pindah ke Seattle sambil menjadi pengusaha kayu. Di sinilah impiannya untuk membuat pesawat terbang mulai terbuka. Akan tetapi impiannya selalu kandas karena ditentang oleh ayahnya.

Sampai usia 30 tahun Boeing tidak memiliki sedikitpun pengetahuan tentang pesawat terbang, tetapi dia telah menjadi pengusaha kayu yang sukses. Akhirnya Boeing mengikuti kursus aeronautika di Seattle University Club. Di sinilah dia berkenalan George Conrad Westervelt seorang insinyur angkatan laut Amerika yang ahli pesawat terbang.

Akhirnya mereka berdua mencoba membuat pesawat terbang di perusahaan kayu Boeing. Pada pembuatan pesawat terbang ini mereka mengalami beberapa kali kegagalan karena pesawatnya tidak bisa terbang. Hal ini yang membuat Boeing menangis sedih. Kesedihan bertambah ketika Westervelt dipanggil oleh angkatan laut untuk mengurusi penerbangan di daerah timur.

 http://www.lufthansagroup.com/fileadmin/downloads/en/newslink/newslink_2008_03sp16/sp16_012p.jpg

Akhirnya Boeing memperbaiki pesawat bersama karyawannya, sesuai rancangan Westervelt. Pada tanggal 16 Juni 1916 untuk pertama kalinya pesawat Boeing bisa terbang. Setelah itu Boeing mendirikan Pacific Aero Product Company. Boeing merekrut beberapa orang insinyur yang ahli dalam pesawat terbang. Setelah berhasil membuat 2 pesawat akhirnya Boeing mencoba menjual pesawatnya. Di sini Boeing menemui kegagalan karena orang belum percaya dengan kemampuan pesawat terbang.

Akhirnya Boeing berhasil menjual kepada Angkatan Laut Amerika. Di sinilanh angkatan Laut memesan 50 buah pesawat terbang. Berita ini merupakan berita baik sekaligus berita buruk. Berita baik karena pesawatnya laku, tetapi ini juga merupakan berita buruk karena Boeing tidak punya modal. Selanjutnya Boeing memperoleh pinjaman dengan menjaminkan seluruh harta bendanya. Ketika pesanan mulai jadi dan dikirimkan ke angkatan laut Boeing juga memberikan rancangan pesawat terbarunya (Model HS 21), ketika itu karyawan Boeing sudah 317 orang.

Lagi-lagi berita buruk datang karena perang dunia I berakhir sehingga pihak militer membatalkan pesanan pesawatnya. Ini merupakan pukulan yang sangat keras bagi Boeing, sehingga perusahaan pesawatnya berubah menjadi perusahaan kayu lagi. Setelah keuangan mulai membaik Boeing mulai berusaha untuk tidak tergantung pada militer. Pada tanggal 3 Maret 1919 akhirnya Boeing mendirikan perusahaan Pos Udara, dan pada & Januari 1920 untuk pertama kalinya pesawat B-1 dijual ke Kanada.


http://www.aerodacious.com/Pix/pixcam05.JPG

Pada 30 Juni 1927 berdirilah Boeing Air Transport yang merupakan perusahaan angkutan penumpang udara. Pada saat ini perusahaan pesawatnya telah menjadi perusahaan pesawat terbesar di seluruh negeri. Perusahaan Boeing terus berkembang, walaupun cobaan demi cobaan terus terjadi. Salah satunya sehabis perang Dunia II. Akan tetapi dengan kesungguahan William Edward Boeing dan anak buahnya. Pada 28 September 1956 pengusaha kayu yang telah berubah menjadi pengusaha pesawat terbang ini meninggal. Akan tetapi hasil kerja kerasnya sampai sekarang masih bisa kita nikmati.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Unik Perusahaan Otomotif Toyota

http://rri.co.id/Upload/Berita/toyota-logo_100177010_m.jpg

Brand perusahaan otomotif Toyota sudah sangat mendunia. Padahal, nama yang dipakai akibat desain logo buatan seseorang yang memodifikasi nama asli perusahaan tersebut.

Sejarah pembentukan Toyota dimulai sejak tahun 1933 oleh Kiichiro, dengan nama keluarga: Toyoda (inilah nama asli perusahaan tersebut). Dia adalah putra dari Sakichi Toyoda, taipan tekstil di Jepang.
Produksi mobil penumpang Model AA dimulai pada 1936

Pembentukan usaha otomotif ini karena didorong oleh pemerintah Jepang sebagai bagian dari kampanye perang terhadap Cina. Awalnya, perusahaan otomotif ini menjadi divisi terpisah dari perusahaan tekstil Toyoda Automatic Loom Works.

Toyota founder - Kiichiro Toyoda
Di saat yang sama, Kiichiro mengadakan lomba logo perusahaan yang baru dibangunnya. Ketentuan desainnya yaitu logo yang mengekspresikan "kecepatan".

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxRn3FBlXLGtb18YOGrRHnailsze1RqYjHg2f-msCeiXhk5o-3d4DmHz2ntK6lJyv6aJcMuhyphenhyphenvLAvW0jIpui2PBIkMjO_j-2D9AN-AsAQwmfxdr6AtauEa322q1EDBP7-xDfhGmeIAcXs/s320/top_pho_2.jpg

Akhirnya, sekitar 27.000 usulan masuk. Setelah ditentukan, terpilihlah logo yang menerakan tiga huruf katakana Jepang untuk kata "Toyoda" dalam sebuah lingkaran. Lucunya, pelafalan huruf tersebut berbunyi "Toyota".

http://www.cartype.com/pics/1648/small/toyota_yaris_club_logo1.jpg 

Siapa pembuat logo tersebut? Tidak disebutkan. Yang jelas, pemakaian nama "Toyota" diusulkan oleh Risaburo Toyoda - seseorang yang menikah dengan anak perempuan keluarga Toyoda. Alasannya, untuk menulis kata "Toyota" dalam huruf katakana hanya membutuhkan delapan sapuan kuas saja. Di Jepang, angka 8 dipercaya sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran.

Alasan lain, kata "Toyoda" berarti sawah yang subur. Maka, dengan memakai nama Toyota akan mencegah citra perusahaan dari urusan pertanian. Akhirnya kata "Toyota" disetujui dan perusahaan ini terdaftar pada bulan Agustus 1937 dengan nama dagang Toyota Motor Co.

Perubahan Logo
Logo Toyota berubah lagi pada tahun 1989. Lagi-lagi tak ada kejelasan siapa yang menciptakan simbol baru tersebut. Pastinya, logo ini diluncurkan bersamaan dengan merk dagang Lexus.


Logo yang baru ini merupakan gabungan dari tiga buah elips, yang membentuk karakter "T". Menurut petinggi di Toyota Motor Sales USA, Inc, logo baru tersebut melambangkan hubungan yang erat antara konsumen dengan produsen mobilnya.

Toyota City
Begitu besarnya perusahaan Toyota, mereka punya kota dengan nama yang sama, Toyota. Letaknya di Mikawa, prefektur Aichi. Yakni di sebelah timur Nagoya.

 


Sebenarnya nama asli kota tersebut Koromo. Selama tahun 1800-1900 tempat ini menjadi pusat pengembangan ulat sutra. Namun, produksinya terus menurun. Sehinga pada tahun 1934 pemerintah kota mengundang Toyota membangun perusahaandnya di kota tersebut.

Karena perusahaan Toyota mengalami perkembangan yang pesat, per-tanggal 1 Januari 1959 nama kota pun berubah menjadi Toyota.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Pekerjaan Pembunuh Bayaran

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC9FDMJqKavwZWPaph43edetMUtwELfd-TzEsZH4zqnRb5weMrvtDJ2vqkerzuqii9P-ewwEdDfMVpr9L3tnpGkpvI1YdWW3fkZIUuhdH7KGfVaelccu2PWSbL2-QBKlr1vgYrz4ROzXuB/s400/1+Lincoln+bunuh.jpgDi sekitar tahun 1970-an harga melenyapkan nyawa orang berkisar antara 250 dolar sampai 500 dolar. Tetapi untuk mematahkan kaki atau lengan harganya sebesar mencapai 1.000 dolar bahkan lebih.

Pembunuhan tanpa motif disertai pembayaran kontan di Amerika menjadi meluas pada tahun 1870-an di New York. Pelaku orang-orang jalanan Manhattan yang paling menghancurkan, seperti gang lama Whyos yang mendominasi Lower East Side. Anggota Whyos—nama gang yang tidak memiliki definisi asal—awalnya pencuri bersenjata. Rival mereka adaah gangster lain, polisi bahkan warga biasa.

Deretan nama pemuja kesadisan menjadi legenda, mereka seperti Big Josh Hines, Red Rocks Farrell, Piker Ryan dan Slops Connolly. Mereka legendaris karena begitu cakap dalam membunuh menandingi gerombolan lainnya. Kecakapan mereka membuat mereka percaya diri untuk menawarkan jasa kepada siapa saja yang mampu membayar mereka.

Jika seorang bisnisman menginginkan patnernya disingkirkan yang harus Ia lakukan hanyalah berjalan menuju bar sempit dan tidak menyenangkan yang dikenal dengan nama Morgue. Di Margue inilah markas besar Whyos. Pelanggan pun dapat memesan menu kekejaman apa saja yang ada di benaknya, lalu membayar dengan tunai. Hasilnya tidak butuh waktu lama dalam sejam bisa asalkan korban dengan mudah didapatkan. Hal ini merupakan bisnis yang sulit dan keras.

Polisi yang menangkap Piker Ryan pada tahun 1884 menemukan di sakunya daftar penawaran jasa usaha Whyos beserta daftar harganya. Seperti tertulis:

Memukul $ 2
Memecahkan mata $ 4
Mematahkan hidung atau rahang $ 10
Memutuskan telinga $ 15
Mematahkan tangan atau kaki $ 19
Menembak tangan $ 19
Menikam $ 25
Mengerjakan tugas besar (membunuh) $100 

http://image2.findagrave.com/photos250/photos/2005/135/7033_111623181404.jpgHarga yang paling fantastis seorang tukang pukul dalam daftar gaji Black Hand di New York untuk beberapa dekade kemudian bahkan lebih murah. Ignazio ”Lupo the Wolf” Saietta diperkerjakan sebagai pelaksana Black Hand di New York selama 30 tahun.

Pembunuhan untuk profit menjadi lengkap dengan berdirinya Murder, Inc. Perusahaan jasa melenyapkan nyawa orang ini didirikan oleh Louis ”Lepke” Buchalter awal tahun 1930-an. Bertempat di New York, pembunuh-pembunuh kejam yang terdiri dari pasukan Lepke menyebar kemanapun di Amerika Serikat dan membunuh siapa saja untuk sedikitnya 500 dolar, korbanya tak pandang bulu baik orang terkemuka maupun warga biasa saja.

Tidak ada jumlah yang pasti dari korban perusahaan pencabut nyawa ini. Mereka pun menggunakan metode dan alat. yang beragam Mereka mahir menggunakan pisau, lihai menembak senapan, bahkan sekedar pecahan batu bata. Korban dari Murder. Inc, tentu saja ratusan jumlahnya, jumlah ini disebutkan Abe”Kid Twist” Reles, salah satu dari beberapa anggota Murder. Inc yang menjadi informan polisi New York sebelum dibunuh anggota komplotan.

Berdasarkan Reles inilah Bos Murder Inc, berhasil dicokok polisi. Oleh pengadilan di New York Louis Lepke dijatuhi hukuman mati atas usaha ilegalnya ini. Lepke didudukan di kursi listrik pada tahun 1944 berkat kesaksian Reles. Lepke pun menjadi satu-satunya pemimpin sindikat pembunuh bayaran yang harus menerima bayaran lunas bagi dirinya yakni hukuman mati.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Surat Kabar Tertua Di Sumatra


Surat Kabar yang tertua di Sumatera adalah Sumatera Courant, didirikan tahun 1859 di kota Padang, Sumatera Barat. Mula-mula berukuran kecil, terbit hanya beberapa kali dalam seminggu. Pendirinya seorang Indo terkenal sekali di Padang pada abad 19, bernama L.N.H.A. Chatelin yang sekaligus juga menjadi pemimpin redaksinya. 

http://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-prn1/19148_305949646717_7577137_n.jpg

Entah apa sebabnya, perusahaan tersebut dijual ketangan seorang Indo terkenal bernama H.A. Mess, walaupun Chatelin tetap sebagai pimpinan redaksi. Tahun 1878 koran ini telah terbit tiap dua hari sekali, tetapi nama Chatelin tidak disebut-sebut lagi.

http://buchyar.pelaminanminang.com/image/sejarah/padangsche_handelsblad.jpgHampir bersamaan waktunya, terbit pula di Padang surat kabar tertua nomor dua yaitu Padangsche Nieuws en Advertentieblad oleh R.H. Van Wijk Rz. Nomor perdananya muncul tanggal 17 Desember 1859, seterusnya terbit tiap Sabtu.

Koran tertua nomor tiga ialah Padangsche Handelsblad, mulai terbit tahun 1871 oleh sebuah perusahaan milik seorang Indo bernama H.J. Klitsch & Co. Mula-mula terbit hanya dua kali seminggu, tapi semenjak 1881 meningkat menjadi tiga kali. Semenjak tahun itu pula nama penerbitnya seperti tercantum di koran itu sendiri, menjadi Klitsch & Holtzapffel. Redaksinya dipimpin oleh seorang yang tak asing lagi di Padang, yaitu Mr. J. van Bosse, pengacara terkenal. Tahun 1883 nama koran ini diganti menjadi Nieuw Padangsche Handelsblad.

Koran tertua nomor empat adalah De Padanger yang mulai terbit pada awal Januari 1900. De Padanger merupakan hasil merger antara Sumatera Courant dengan Nieuw Padangsche Handelsblad setelah perusahaan penerbitannya diambil alih oleh J. van Bosse. Sejak saat itu De Padanger terbit setiap hari.

Kedua surat kabar tadi menguasai opini umum selama paruh kedua abad yang lalu. Mereka sering cakar-cakaran. Walaupun menentang keras segala upaya pemerintah memajukan pendidikan modern bagi anak-anak pribumi dan pada umumnya sering mengejek bangsa kita, namun kita harus mengakui bahwa tidak sedikit tulisan mereka menghantam secara keras politik Belanda. Yang paling banyak dikritik ialah keserakahan bangsa Belanda tetapi kritik mereka bukan disebabkan mereka bersimpati pada perjuangan kaum pribumi tetapi lebih pada karena kepentingan mereka yang semakin terdesak bahkan dengan semakin banyaknya pergerakan kemerdekaan dari pribumi semakin keras mereka menentang perjuangan kemerdekaan Indonesia karena mereka menganggap orang Indo lebih tinggi dari bangsa Indonesia. Pada perang dunia kedua, banyak sekali dari kaum Indo ini mendukung kaum Fasis.

Bersamaan dengan mergernya Sumatera Courant dan Nieuw Padangsche Handelsblad menjadi De Padanger sejak awal Januari 1900, kedua usaha penerbitan juga disatukan dengan nama baru: "N.V. Snelpersdrukkerij Insulinde’" berkantor di Pondok. Saingan mereka ialah koran Sumatera Bode yang telah terbit pada tahun 1892 oleh Karl Baumer. Keluarga Baumer merupakan pengusaha suskes di kota Padang pada awal abad ke 19.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Berdirinya Perusahaan Majalah Playboy

http://www.welt.de/img/english-news/crop102005856/7978729544-ci3x2l-w620/eng-Playboy-1-BM-Bayern-Mexico-City.jpg

Nama majalah ini pada awalnya adalah "Stag Party" dan tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan majalah outdoor "Stag" yang lebih dahulu terbit. Pemilik majalah Stag mengontak Hugh Hefner dan menginformasikan bahwa mereka akan melindungi nama majalah mereka melalui jalur hukum. Hefner dan Eldon Sellers, yang kemudian menjadi wakil presiden eksekutif, lalu bertemu untuk mendiskusikan nama baru. Ibu Sellers kebetulan pernah bekerja untuk perusahaan mobil Playboy Automobile Company di Chicago. Perusahaan ini berumur pendek dan kemudian bangkrut. Sellers pun menyarankan agar majalah baru ini diberi nama Playboy.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi61hQfr2pExeUV32K_rkA5uu9ER5_7PAGCHw4LjbnWSCqfIYH2PLh0rUvGDUbwjLF6SjGa-TKf0h329HEXUvebOv_SiqQNvOWhyphenhyphenDgZouXbBtYfRgOgAOdgF0nQaRPLOh-E0ng8gGNgUsjw/s1600/Marilyn_Monroe_Playboy_Magazine_Cover.jpgEdisi perdananya yang terbit pada bulan Desember 1953 di Amerika, tidak mempunyai tanggal karena Hefner tidak yakin bisa menerbitkan edisi kedua. Hefner tidak mempunyai cukup uang untuk membayar model berpose di Playboy, jadi ia membayar hak cipta photo-photo wanita cantik dari kalender untuk ditampilkan di majalahnya. Photo kalender artis Marilyn Monroe menjadi sampul majalah edisi perdana dan dengan cepat menjadi sensasi. Majalah ini habis terjual dalam hitungan minggu. Sirkulasi pertamanya mencapai 53,991 eksemplar dengan harga satuan 50 sen (dalam dollar Amerika).

Model yang berpose untuk majalah Playboy dikenal dengan nama "Playmate". Pada awal awal penerbitan Playboy, pose pose Playmate yang ‘nakal’ disampaikan dengan halus dengan menggambarkan muka terkejut para model, tertangkap basah sedang berganti pakaian atau keluar dari kamar mandi dengan bagian bagian tertentu masih tertutup.

Sesuai dengan perkembangan zaman, pada tahun 1970-an dimana peran wanita berubah dan emansipasi sering kumandangkan, pose Playmate Playboy semakin berani dan menantang.

Tahun 1971 adalah edisi dimana untuk pertamakalinya Playboy menerbitkan foto Playmate, Liv Lindeland, dalam pose yang memperlihatkan rambut kelamin.

Foto-foto bugil di Playboy biasanya dianggap sebagai pornografi masih dikategorikan sebagai softcore, dibandingkan dengan penggunaan photo yang lebih hardcore eksplisit yang mengandung pornografi oleh majalah porno pesaing Playboy seperti Penthouse, yang mulai muncul di era 1970-an sebagai respon dari suksesnya Playboy.

Sebagai perbandingan, bayaran "Playmate Bulan Ini" pada tahun 1960–1963 adalah US$500, dan mulai tahun 1990 angkanya mencapai US$20,000. Untuk "Playmate Tahun Ini" pada tahun 1960–1963 bayarannya adalah US$500 plus bonus US$250 dan pada tahun 1982-1997 bayarannya mencapai US$100,000 dan sebuah mobil.

Edisi Playboy yang paling banyak terjual adalah edisi November 1972 dan terjual sebanyak 7.161.561 eksemplar dengan cover, Pam Rawling, photographer Rowland Scherman, dan gambar dengan menggunakan halaman terlipat dengan model Lena Soderberg.

Playboy kini diterbitkan di 20 negara (hingga Desember 2005) di seluruh dunia. Logo kepala kelinci Playboy yang terkenal, baru muncul pada edisi kedua. Hefner berkata bahwa kelinci dipilih untuk logo karena konotasi seksualnya yang menjadi lelucon di masyarakat, juga karena kelinci terkenal nakal, serta merupakan binatang favorit untuk diajak bermain.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah PT United Tractors Tbk

 http://lokerdirektori.com/wp-content/uploads/2013/01/united_tractor.jpg

PT United Tractors Tbk (UT) berdiri pada 13 Oktober 1972 dengan nama PT Astra Motor Works dan PT Astra International Tbk sebagai pemegang saham mayoritas. Selanjutnya nama tersebut diubah menjadi United Tractors (UT). Segera setelah beroperasi, UT memperoleh kepercayaan sebagai agen tunggal berbagai macam alat berat yang memiliki reputasi internasional, antara lain merek KOMATSU dari Komatsu Ltd, Japan yang sudah sejak awal menjadi perintis kerja sama dengan UT.

Sepanjang dasawarsa tahun 1970-an, UT yang telah mengembangkan industri pada areal seluas 20 ha di Jl. Raya Bekasi km. 22, Cakung, Jakarta Timur, terus membangun reputasi pemasar yang paling berorientasi ke service atau product support. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, sejak 1981 UT mulai melangkah ke bidang produksi. Selanjutnya UT mulai mendirikan beberapa Affiliated Company (Affco) yang semakin memperkokoh usaha yang digelutinya.

Tonggak-tonggak sejarah UT :

1972 - Secara resmi berdiri di Indonesia pada 13 Oktober

1973 - Ditunjuk sebagai distributor tunggal produk KOMATSU, Sumitomo Link Belt dan Tadano Crane

1974 - Ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin giling getar Bomag dan forklift Komatsu

1982 - PT Komatsu Indonesia (KI) didirikan untuk memproduksi mesin konstruksi Indonesia dengan lokasi di PPI UT-Cakung. Dengan teknologi dari Komatsu Ltd. Japan, KI memproduksi antara lain Buldozer, Hydraulic Excavator, Motor Grader, Wheel Loader serta berbagai komponen alat berat yang diekspor ke Jepang. KI memiliki 2 divisi yaitu Construction Equipment Division (Compo Production Shop) dan Foundry Division & Frame Fabrication Plant dan Assembling Plat yang semuanya kini berlokasi di Jl. Raya Cakung, Cilincing.

1983 - PT United Tractors Pandu Engineering (UTE) didirikan untuk memproduksi peralatan dan komponen dari lisensi maupun hasil rancang bangun sendiri, antara lain Patria Komatsu Forklift, John Deere Farm Tractors, Niigata Asphalt Mixing Plant dan berbagai attachment. Berlokasi di Pusat Pengembangan Industri (PPI) UT- Cakung, UTE juga melakukan perluasan pabrik dengan mengembangkan beberapa plant di beberapa lokasi.

1984 - PT Pandu Dayatama Patria (PDP) didirikan untuk memproduksi mesin disel berdasarkan lisensi dengan lokasi di PPI UT-Cakung. Mesin yang diproduksi antara lain Komatsu dan Nissan Engine Diesel. Dalam rangka program pendalaman struktur dan diversifikasi vertikal, PDP kemudian masuk dalam bisnis produksi Patria Generating Set, perakitan mesin mobil Peugeot dan BMW serta Hydraulic Manufacture.

Setelah go public pada tahun 1989, dalam perjalanan karirnya UT kini semakin siap untuk memasuki era globalisasi dunia. Pemegang saham UT saat ini (2008) :

- Publik 39%
- PT Astra International Tbk 61%

1989 - UT mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 17 September.
- PT Pamapersada Nusantara (Pama) didirikan sebagai anak perusahaan UT di bidang kontraktor penambangan

1990 - UT mengakuisisi 60% saham PT Berau Coal (Berau), perusahaan pertambangan batubara dengan konsesi di Berau, Kalimantan Timur yaitu Lati dan Binungan.

1991 - Melalui penawaran terbatas 11.500.000 saham baru dengan harga Rp.10.000,- perlembar, perusahaan berhasil menghimpun dana Rp. 115 miliar dan meningkatkan jumlah saham dari 23.000.000 menjadi 34.500.000

1992 - PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) didirikan. Berlokasi di Gresik – Jawa Timur, merupakan kerja sama UT dengan PT Semen Gresik dan bergerak di bidang penambangan batu kapur dan tanah liat sebagai bahan baku bagi pabrik semen.

1994 - Penerbitan saham bonus tiga untuk saham biasa, meningkatkan jumlah saham menjadi 138.000.000

1995 - KI tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
- UT Heavy Industry Pte.Ltd. didirikan di Singapura sebagai anak perusahaan UT yang menangani distribusi.
- Forklift Patria, hasil rancang bangun sendiri mendapat sertifikasi ISO 9001

1996 - Patria menerima sertifikat CE (Certificate of Confirmity) di Eropa dan sertifikat GS (Certificate of Safety) di Jerman.
- United Ostermeyer Engineering Pty.Ltd. didirkan di Darwin, Australia sebagai Patent Company

1997 - Berdiri Komatsu Remanufacturing Asia (KRA) di Balikpapan, UT memiliki 51% saham, sisanya dimiliki Komatsu Asia Pacific Pte.Ltd., Singapura. Bergerak di bidang industri perbaikan / rekondisi mesin dan komponen alat-alat berat.
- Berdiri Pama Indo Mining yang bergerak di bidang pertambangan bahan baku semen, berlokasi di Batu Licin (Kalimantan Selatan), merupakan kerja sama Pama dengan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

2000 - Pembagian 9 saham bonus untuk setiap pemegang 5 saham lama UT, stock split dan ESOP (Program Pemilikan Saham oleh Karyawan)
- Selesainya restrukturisasi hutang anak-anak perusahaan UT : Berau Coal, UTE, Pama dan PDP.
- Selesainya restrukturisasi hutang UT sebesar 278,5 juta dolar AS dan Rp.147 miliar
- UT menguasai 100% kepemilikan PT Bina Pertiwi, distributor alat pertanian Kubota dan John Deere

2001 - Berau Coal buka tambang baru di Sambarata, Kalimantan Timur dengan total cadangan 90 juta ton batubara
- UTE sebagai preferred supplier General Electric, USA
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Singkat PT Chevron Pacific Indonesia

http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2012/09/chevron.jpg 

Chevron Pacific Indonesia (CPI) adalah anak perusahaan dari Chevron yang bertugas mengeksplorasi minyak yang ada di Riau. Sebelum diambil alih oleh Chevron, perusahaan ini bernama Caltex Pacific Indonesia. Para karyawan CPI ditempatkan di 4 kota di Riau yaitu Dumai, Duri, Minas dan Rumbai. CPI juga merupakan perusahaan minyak kontraktor terbesar di Indonesia, dengan produksi sudah mencapai 2 miliar barrel.

PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) merupakan produsen minyak terbesar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1924 oleh Standart Oil Company Of California (SOCAL). Survey explorasi diawali di pulau Sumatra, Jawa Timur dan Kalimantan Timur yang dimulai pada tahun 1924 dipimpin oleh Emerson M.Butterworth mengadakan pengeboran minyak di daerah tersubut. Tim Butterworth juga melakukan survey explorasi di bagian utara pulau Papua dan terhenti karena Indonesia masih dibawah penjajahan Hindia Belanda.

Pada tahun 1930, tim tersebut mengajukan izin pengeboran minyak kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mengajukan pengeboran minyak di pulau tersebut, karena berdasarkan survey mereka menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kandungan minyak yang cukup potensial. Pada tahun yang sama, pemerintah Hindia Belanda memberikan izin kepada SOCAL untuk melanjutkan eksplorasinya di daerah Sumatra Tengah dan dibentuk N,V. Nederlanche Pacifik Petroleum Maatchappij (NPPM) yang merupakan cikal bakal dari PT.Chevron Pacifik Indonesia pada bulan Juni 1930. Pada tahun 1935, SOCAL ditawari pemerintah daerah Hindia Belanda suatu daerah seluas 600.000 ha di daerah Sumatra Tengah. 

Kemudian James P . Bailey dari kantor SOCAL Jakarta merekomendasikan Rekan Block dan pada bulan Juli 1936 SOCAL atau TEXAS Company (TEXACO) yang merupakan dua perusahaan besar Amerika itu bergabung menjadi California Texas Petroleum Corporation (CALTEX).

http://designslogo.files.wordpress.com/2009/12/caltex_techron_logo_v-190210230_std4.jpgCadangan minyak yang pertama kali ditemukan Caltex terdapat dilapangan Sebanga pada bulan Agustus 1940. Kemudian berturut-turut pada bulan berukutnya ditemukan kembali cadangan-cadangan minyak yang baru antara lain lapangan Rantau Bais dan lapangan Duri yang masing-masing pada bulan November 1941. Pengeboran minyak di kawasan Riau dimulai pada tahun 1934. Pada tahun 1940 untuk pertama kalinya minyak mulai ditemukan dari lokasi sumur di Sebanga, dan pada tahun 1941 PT.Chevron Pacifik Indonesia (PT. CPI) menemukan ladang minyak di Duri.

Pada saat perang dunia II kegiatan eksplorasi dan pengeboran minyak oleh Caltex di Riau dihentikan. Semua ladang minyak Caltex di daerah itu diduduki dan dikuasai oleh tentara Jepang. Selama pendudukan Jepang, lading minyak Caltex tetap diusahakan oleh tentara Jepang untuk memenuhi kebutuhan minyak Jepang. Demikian pula selama perang kemerdekaan, Caltex menghentikan seluruh kegiatannya di Indonesia. Caltex mulai aktif lagi berproduksi setelah perang kemerdekaan usai.

Sekitar tahun 1949-1950, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk menasionalisasikan perusahaan penghasil minyak di Indosesia yang dimiliki oleh Belanda, namun secara tidak langsung keputusan itu mengancam kedudukan Caltex sebagai salah satu penghasil minyak asing terbesar di Indonesia. Pada tahun 1950-an Caltex telah menginvestasikan modalnya lebih dari US$ 50 juta di Indonesia. Selain itu ditemukan ladang minyak di Minas pada tahun 1944 oleh Jepang yang terbukti memiliki potensi sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Menjelang tahun 1958, produksi minyak Caltex telah mencapai 200.000 barrel per hari.

Upaya menasionalisasikan perusahaan asing di Indonesia datur dalam undang-undang No. 44 tahun 1960. Berdasarkan UU tersebut ditetapkan bahwa semua kegiatan penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia hanya dilakukan oleh perusahaan minyak negara (Pertamina). Pada tahun 1963, Caltex menjadi bahan hukum di Indonesia dengan pemilikan saham masing-masing 50% SOCAL dan 50% TEXACO.

Ladang minyak Duri memberikan sumbangan sebesar 8% total produksi minyak Indonesia dan 42% dari seluruh produksi minyak PT. CPI mengalami penurunan produksi sejak tahun 1964. Penurunan produksi dari ladang minyak duri sangat memprihatinkan, karena hal itu sangat berpengaruh pada economic life expectancy dari perusahaan ini. 

Untuk mengatasi masalah tersebut PT. CPI menciptakan proyek injeksi uap di ladang minyak Duri. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Suharto pada tanggal 3 Maret 1990. Injeksi uap ini merupakan teknologi baru PT. CPI yang mutakhir yang dapat mempermudah penyedotan minyak dari perut bumi. Dengan menerapkan teknologi baru tersebut, PT. CPI mengharapkan produksi minyak yang besar dari ladang minyak Duri dapat dilipat gandakan.

Rancangan injeksi uap ini diterapkan secara efekfif pada ladang minyak dengan pola yang bervariasi, diantaranya pola titik tujuh, yaitu satu sumur injeksi untuk enam sumur produksi, pola lima atau Sembilan titik. Pada tanggal 9 Agustus 1971, PT. CPI menandatangani kontrak bagi hasil untuk derah operasi baru seluas 21.979 km 2 di wilayah Coastal Plains dan Pekanbaru. 

Wilayah kerja sebelumnya yang dikenal dengan sebutan Kangguru Block seluas 9.030 km2 diperpanjang masa operasinya sampai dengan tanggal 8 Agustus 2001. Rasio pembagian untuk kontrak bagi hasil yang disepakati sampai saat ini antara pemerintah (Pertamina) dan PT. CPI, adalah 88% dan 12%, ditambah dengan ketentuan khusus berupa fleksibilitas atau inisiatif bagi PT. CPI untuk hal-hal tertentu.

Produksi minyak mentah Caltex mencapai 65,8% pada tahun 1974 dan menurun menjadi 46,5% pada tahun 1990. Meskipun terjadi penurunan produksi, Caltex tetap menguasai pangsa produksi sebesar 75% secara nasiaonal, sedangkan Pertamina dan Unocal mengalami penurunan produksi. Perjanjian karya berakhir pada tanggal 28 Agustus 1983 dan diperpanjang manjadi “Kontrak Bagi Hasil” (Production Sharing Contract) sampai tangal 8 Agustus 2001 dengan wilayah seluas 31.700 km2. Dalam kontrak tersebut ditetapkan bahwa pertamina adalah manajemen pengendali operasional dan yang menyetujui program kerja anggaran tahunan. 

PT. CPI sebagai kontraktor berkewajiban melaksanakan kegiatan operasional dan penyediaan keahlian teknis dan investasi serta biaya operasional dan penyediaan keahlian teknis dan investasi serta biaya operasi. Rasio pembagian untuk kontrak bagi hasil yang disepakati sampai saat ini adalah sebesar 88% untuk pertamina dan 12% untuk PT. CPI untuk hal-hal tertentu.

 http://www.fleetcardsusa.com/Images/logos/ChevronTexacoTrimark2.jpg

Pada 9 Oktober 2001 dua perusahaan besar induk PT. CPI yaitu Chevron dan Texaco tergabung (merger) menjadi Chevron Texaco. Dan perusahaan Chevron Texaco salah satu perusahaan energi terbesar di dunia.

Pada bulan Mei 2005 Chevron Texaco merubah namanya menjadi Chevron Corporation. Dan pada tanggal 10 Agustus 2005 Chevron bergabung dengan Unocal, dengan menggunakan satu nama perusahaan yaitu Chevron. Nama tersebut digunakan sampai saat ini.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Perusahaan Teh Botol Sosro


SOSRO merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama SOSRO diambil dari nama keluarga pendirinya yakni SOSRODJOJO.

Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah.

Tahun 1953, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke ibukota Jakarta untuk memperkenalkan produk Teh Cap Botol yang sudah sangat terkenal di daerah Jawa Tengah.

Perjalanan memperkenalkan produk Teh Cap Botol ini dimulai dengan melakukan strategi CICIP RASA (product sampling) ke beberapa pasar di kota Jakarta.

Awalnya, datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh tersebut dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Tetapi cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu.

Cara kedua, teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci besar untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar. Hal ini disebabkan pada saat tersebut jalanan di kota Jakarta masih berlubang dan belum sebagus sekarang.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor, dikemas kedalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya.

Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum (ready to drink tea) dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.


Model botol untuk kemasan Tehbotol Sosro mengalami tiga kali perubahan yakni :

1. Botol Versi I
Dikeluarkan pada tahun 1970 dengan merek TEHCAP BOTOL SOFT DRINK SOSRODJOJO

2. Botol Versi II
Dikeluarkan pada tahun 1972 dengan merek TEH CAP BOTOL (dengan penulisan ”CAP” lebih kecil, sehingga orang lebih membaca TEH BOTOL), selain itu Penulisan Soft Drink dihilangkan, dan tulisan TEH BOTOL diganti dengan warna merah putih yang menggambarkan produk asli Indonesia. Penulisan Sosrodjojo juga disingkat menjadi SOSRO dalam logo bulat merah.

3. Botol Versi III
Pada tahun 1974, terjadi perubahan design botol yang ke-III. Design botolnya tidak seperti botol versi I & II. Dengan bentuk botol yang baru dan perubahan pada penulisan merk TEHBOTOL SOSRO pada kemasannya. Design botol ke-III ini diperkenalkan seiring dengan didirikannya pabrik PT. SINAR SOSRO yang pertama di daerah Cakung, Jakarta.
Bookmark Blog Ini!

Sejarah Perusahaan Blue Bird Group

bluebirdgroup.com - Terinspirasi dari dongeng di Eropa tentang harapan dan doa seorang gadis untuk mendapatkan kebahagiaan yang akhirnya terkabul berkat kebaikan seekor burung biru, ‘Blue Bird’ pun lahir lebih dari sekadar jawaban sebuah doa dan harapan. Ia kini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan transportasi terdepan, memenuhi harapan dan cita-cita bukan hanya bagi pendiri, almarhumah Ny Mutiara Djokosoetono, tapi juga bagi ribuan karyawan.

Pada 1972, jauh sebelum Jakarta berkembang menjadi kota metropolis yang berpenduduk sekitar 12 juta orang, Blue Bird telah hadir. Cikal bakal perusahaan ini yaitu layanan Golden Bird, yang kemudian dikenal sebagai Chandra Taksi, sebagai sebuah perusahaan penyedia jasa sewa mobil yang khusus melayani para jurnalis asing serta pelanggan lain yang berkunjung ke Jakarta. Berdasarkan pengalaman tersebut, maka tak perlu waktu lama bagi perusahaan untuk mendapatkan ijin usaha mengelola perusahaan taksi.

Awalnya, Blue bird ‘muda’ didirikan untuk menyediakan alternatif jasa transportasi berkualitas yang memang belum ada pada waktu itu. Blue bird menjadi pelopor pengenaan tarif taksi berdasarkan sistem argo, serta melengkapi seluruh armadanya yang ber-AC dengan radio komunikasi. Untuk mempertahankan kualitas pelayanan, perusahaan pun membangun sejumlah bengkel khusus untuk merawat armadanya.

Setelah sukses berbisnis di layanan taksi reguler, Blue Bird, dan taksi limousine, Golden Bird, serta usaha sewa mobil, perusahaan kemudian mengembangkan usaha bus carter, Big Bird, pada 1979. Pada 1993 Blue bird pun menghadirkan layanan taksi eksekutif Silver Bird. Setelah lebih dari satu dekade, Blue Bird Group kini memiliki empat divisi utama.

Pengalaman panjang mengelola bisnis transportasi mendukung upaya perusahaan mengembangkan teknologi baru dan mengelola sumber daya manusia, agar tetap unggul. Dari kantor pusatnya di Jakarta, perusahaan telah berkembang pesat merambah bisnis lainnya dengan tetap memperhatikan layanan pelanggan sebagai pedoman.
Bookmark Blog Ini!

Rekomendasi Sejarah

Join Us